Pendampingan Perhitungan Harga Pokok Produksi

Authors

  • Lilik Indrawati Universitas Katolik Darma Cendika
  • Ega Reviera Vida Loka Universitas Katolik Darma Cendika
  • Onny Priskila Universitas Katolik Darma Cendika
  • Thyophoida W.S Panjaita Universitas Katolik Darma Cendika
  • Desrina Yusi Irawati Universitas Katolik Darma Cendika
  • Deograsias Yoseph Universitas Katolik Darma Cendika
  • Robertus Adi Nugroho Universitas Katolik Darma Cendika
  • Penta Paula Potifera Universitas Katolik Darma Cendika

Keywords:

Harga Pokok Produksi, Wanita Katolik Republik Indonesia, Kewirausahaan, Pengabdian Masyarakat, Pendampingan usaha

Abstract

Peningkatan keterampilan kesehatan, perawatan diri, dan kewirausahaan menjadi hal yang penting bagi anggota Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Paroki Santo Yusup Blitar sebagai upaya meningkatkan kemandirian serta pemanfaatan potensi bahan alami di lingkungan sekitar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota WKRI dalam pembuatan lulur tradisional, teknik dasar pijat akupuntur, serta pemahaman perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) sebagai dasar penentuan harga jual produk. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, praktik, serta pendampingan dalam simulasi perhitungan harga pokok produksi. Pada kegiatan pembuatan lulur, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan bahan alami yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar seperti kunyit, temulawak, dan tepung beras serta tahapan proses produksi yang higienis dan aman. Selain itu, peserta juga memperoleh pengetahuan mengenai teknik dasar pijat akupuntur yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan secara mandiri. Kegiatan pendampingan juga difokuskan pada peningkatan pemahaman peserta mengenai perhitungan Harga Pokok Produksi dengan memperhatikan komponen biaya bahan baku, tenaga kerja, dan biaya pendukung lainnya sebagai dasar penentuan harga jual produk. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta serta meningkatnya kesadaran dalam pengelolaan usaha sederhana. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi anggota WKRI serta membuka peluang pengembangan usaha kecil berbasis komunitas.

Downloads

Published

2026-01-30