Analisis Kecacatan Karton Box Dengan Metode FMEA Perusahaan Karton Box Di Lamongan
DOI:
https://doi.org/10.37477/isejou.v2i1.494Keywords:
karton box, pengendalian kualitas, FMEA, Diagram fishboneAbstract
Persaingan industri karton box semakin ketat. Perusahaan berlomba untuk menghasilkan kualitas yang terbaik pada setiap produk karton box yang dihasilkan. Salah satu perusahaan karton box yang bergerak di bidang karton box pengemasan adalah perusahaan yang berada di Lamongan. Perusahaan tersebut memiliki masalah terhadap pengendalian kualitas, termasuk pada produk cacat karton box di bagian proses flexo printing. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi kecacatan karton box dengan metode fishbone diagram dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Penelitian dimulai dengan mengidentifikasi penyebab kecacatan dan menentukan prioritas kecatatan yang perlu ditangani. Hasil menunjukkan penyebab kecacatan disebabkan faktor manusia, material, metode, mesin, dan lingkungan. Nilai nomor resiko jenis cacat tertinggi sebesar 512, yaitu produk masuk kategori not good karena mesin bekerja tidak stabil. Jenis kecacatan tertinggi pada karton box adalah salah warna. Rekomendasi perbaikan yang perlu dilakukan untuk mesin yang sering mengalami ketidakstabilan adalah evaluasi serta perawatan mesin dan pelatihan pekerja tentang operasional mesin flexo printing secara berkala.
References
Besterfield, D. H., Besterfield, G. H., Besterfield-Sacre, M., Urdhwareshe, R., Besterfield-Michna, C., & Urdhwareshe, H. (2012). Total Quality Management Revised Third Edition For Anna University.
Hendra, F., & Effendi, R. (2018). Identifikasi Penyebab Potensial Kecacatan Produk dan Dampaknya dengan Menggunakan Pendekatan Failure Mode Effect Analysis (FMEA). SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, 12(1), 17–24. http://jurnal.umj.ac.id/index.php/sintek
Ivanda, M. A., & Suliantoro, H. (2018). Analisis Pengendalian Kualitas Dengan Metode Six Sigma Pada Proses Produksi Barecore PT. Bakti Putra NusantaraIvanda, M. A., & Suliantoro, H. (2018). Analisis Pengendalian Kualitas Dengan Metode Six Sigma Pada Proses Produksi Barecore PT. Bakti Putra Nusa. Industrial Engineering Online
Journal, 7(1), 1–7. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/ieoj/article/view/20724
Neyestani, B. (2017). Seven Basic Tools of Quality Control: The Appropriate Techniques for Solving Quality Problems in the Organizations. SSRN Electronic Journal, 1–10. https://doi.org/10.2139/ssrn.2955721
Press, D. (2003). Guidelines for failure mode and effects analysis (FMEA), for automotive, aerospace, and general manufacturing industries (p. 122).
Schneider, H. (1996). Failure Mode and Effect Analysis: FMEA From Theory to Execution. In Technometrics (Vol. 38, Issue 1). https://doi.org/10.1080/00401706.1996.10484424
Wayan Anik Satria Dewi, N., Mulyani, S., & Wayan Arnata, I. (2016). Pengendalian Kualitas Atribut Kemasan Menggunakan Metode Failure Mode Effect Analysis (Fmea) Pada Proses Produksi Air Minum Dalam Kemasan. Rekayasa Dan Manajemen Agroindustri, 4(3), 149–160.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Industrial & System Engineering Journals (ISEJOU)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.