Ruang Komunal Berbasis Kearifan Lokal WargaGereja Katolik St. YusufStasi Kampungangyar Blitar
DOI:
https://doi.org/10.37477/csds.v5i1.954Keywords:
Ruang komunal, Kearifan lokal, Gereja St. Yusuf Blitar, KampunganyarAbstract
Latar belakang kegiatan masyarakat Prodi Arsitektur Universitas Katolik Darma Cendika (UKDC) di Gereja Katolik St. Yusuf stasi Kampunganyar Blitar ini didasarkan atas kebutuhan akan ruang komunal. Ruang komunal dibutuhkan oleh Wargastasi Kampunganyar untuk melakukan berbagai kegiatan rohani maupun sosial. Kondisi saat ini, ruang komunal sudah tidak mampu menampung Warga, kolom maupun atap sudah keropos dan bocor. Oleh karena itu, Wargasetempat bergotong royong membangun ruang komunal yang lebih luas, mengganti material kolom dan atap dari bahan yang lebih kuat serta awet. Mengingat Kampunganyar berada di daerah yang rawan semburan abu vulkanik gunung Kelud. Kearifan lokal mengajarkan kepada warga setempat beradaptasi dengan lingkungan alam sekitarnya. Kemiringan atap yang curam membuat timbunan abu vulkanik langsung jatuh ke bawah, sehingga atap tidak mudah rusak dan menimpa penghuninya. Kendala dana membuat atap ruang komunal belum bisa direalisasikan. Ada pun, tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini membantu Wargamenyelesaikan atap ruang komunal. Metoda pelaksanaan meliputi: 1) Diskusi dengan Romo Kepala Paroki dan WargaGereja Katolik St. Yusup stasi Kampunganyar, 2) Survei lapangan ke Dusun Kampunganyar, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, 3) Tahap pelaksanaan melibatkan Wargasetempat, LPPM, Prodi Arsitektur, PT Kencana Maju Bersama, dan paroki Gereja Katolik St. Yusuf Blitar. Harapan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, ruang komunal Gereja Katolik St. Yusuf stasi Kampunganyar menjadi ruang yangnyaman dan aman ketika melaksanakan kegiatan-kegiatan rohani maupun sosial.Downloads
Published
2026-05-01
Issue
Section
Articles
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.