TUINA SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI KESEHATAN MASYARAKAT DI UNIVERSITAS KATOLIK DARMA CENDIKA
DOI:
https://doi.org/10.37477/csds.v5i1.970Keywords:
Bakti sosial, Kesehatan muskuloskeletal, Tuina, Pengabdian Masyarakat, Terapi komplementerAbstract
Tuina merupakan salah satu terapi dalam pengobatan tradisional Tiongkok yang menggunakan teknik manipulasi tangan untuk membantu meningkatkan sirkulasi Qi dan darah, mengurangi ketegangan otot, serta memperbaiki fungsi tubuh. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan peserta dalam melakukan terapi tuina melalui kombinasi teori, demonstrasi, dan praktik langsung, sekaligus memberikan pelayanan kesehatan komplementer kepada masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di Universitas Katolik Darma Cendika pada tanggal 6–8 Februari 2026 melalui tiga tahapan, yaitu pemberian materi teori, demonstrasi dan praktik bersama, serta bakti sosial pelayanan terapi tuina kepada masyarakat. Peserta kegiatan berjumlah lebih dari 40 orang yang terdiri dari praktisi kesehatan tradisional dan mahasiswa dari berbagai daerah seperti Surabaya, Solo, Malang, dan Cikarang.
Kegiatan bakti sosial melibatkan 53 terapis dan melayani 61 pasien dengan berbagai keluhan muskuloskeletal, seperti nyeri leher, nyeri bahu, nyeri pinggang, nyeri lutut, serta keterbatasan gerak anggota tubuh. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terapi tuina membantu mengurangi keluhan pasien dan meningkatkan kenyamanan tubuh. Beberapa pasien melaporkan adanya perbaikan kondisi setelah terapi, seperti berkurangnya nyeri saat berjalan, peningkatan range of motion, serta tubuh terasa lebih ringan. Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan ini juga meningkatkan keterampilan praktik, komunikasi terapeutik, dan pengalaman pelayanan kesehatan berbasis masyarakat bagi peserta.
Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat berbasis terapi tuina melalui pendekatan teori, demonstrasi, dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan keterampilan peserta sekaligus memberikan manfaat kesehatan bagi masyarakat. Kegiatan serupa diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif, preventif, dan rehabilitatif dalam pelayanan kesehatan masyarakat.).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Lily Sulistyowati, Onny Priskila

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
