Meninjau Kembali Penyelesaian Sengketa Tanah Ulayat Berlandaskan Asas Musyawarah Mufakat

Studi Putusan Nomor 50/Pdt.G/2017/Pn.Son

Authors

  • Marchel Christoper Farrel Susanto Fakultas Hukum, Universitas Surabaya
  • Heru Saputra Lumban Gaol Fakulta Hukum, Universitas Surabaya

Keywords:

Ulayat Land, Indigenous Law Communities, Consensus-Based Deliberation

Abstract

Settlement of ulayat land disputes highlights the tension between the national legal system, which prioritizes formal legality, and customary law, which upholds spiritual, communal, and cultural values. This research focuses on the principle of consensus-based deliberation (musyawarah mufakat) as a dispute resolution approach that emphasizes collective justice, based on a study of Judgement Number 50/Pdt.G/2017/Pn.Son between the Moi Indigenous Peoples and PT Bank Pembangunan Daerah Papua. The research employs a normative juridical method with statutory, conceptual, and case study approaches. The analysis shows that unilateral monetary compensation fails to represent the religio-magical and social values inherent in ulayat land. The principle of musyawarah mufakat, although recognized in Pancasila and customary legal systems, has not been fully integrated into the resolution process through state judicial institutions. A deliberation-based approach offers an impartial, more restorative alternative that aligns with the needs of indigenous communities in preserving their social and cultural existence.

References

Chakravorty, Sanjoy. The Price of Land: Acquisition, Conflict, Consequence. Oxford: Oxford University Press, 2013.

Food and Agricultural Organization of the United Nation. Land Tenure and Rural Development (FAO Land Tenure Studies). Roma: FAO, 2002.

Hadikusuma, Hilman. Pengantar Ilmu Hukum Adat Indonesia. Bandung: CV. Mandar Maju, 1992.

Hajati, Sri, and G. A. Wulandari. “Pemberian Ganti Rugi Tanah Bekas Milik Adat Dalam Pembangunan Jalan Lingkar Timur Di Kabupaten Lumajang.” Universitas Airlangga, 2015.

Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010.

Riyanto. Pengaturan Hukum Adat Di Indonesia, Sebuah Tinjauan Terhadap Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1999 Tentang Kehutanan. Bogor, Indonesia: Lembaga Pengkajian Hukum Kehutanan dan Lingkungan, 2004.

Soekanto, Soerjono, and Sri Mamudji. Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2001.

Sulistiani, Siska Lis. Hukum Adat Di Indonesia. Jakarta Timur: Sinar Grafika, 2020.

Utomo, Stefanus Laksanto. Hukum Adat. Depok (Jakarta): Rajawali Pers, 2016.

Wuli, Rofinus Neto. Manajemen Konflik Berbasis Budaya Dari Ngada Untuk Indonesia. Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2022.

Wignjodipoero, Soerojo. Pengantar Dan Asas‑Asas Hukum Adat. Jakarta: Gunung Agung, 1982.

Jurnal

Affandi, Oding, and Alfonsus H. Harianja. Sistem Tenurial Dan Pengelolaan Lahan Secara Kolaboratif. Yokohama: International Tropical Timber Organization & Centre of Forest and Nature Conservation Research and Development, 2008.

Angela, Krisna, and Anik Setyawati. “Analisis Pelaksanaan Pengadaan Tanah Di Atas Tanah Ulayat Masyarakat Hukum Adat Dalam Rangka Proyek Strategi Nasional (PSN) Demi Kepentingan Umum.” Jurnal Hukum Lex Generalis 3, no. 3 (March 17, 2022): 199–216. https://doi.org/10.56370/jhlg.v3i3.196.

Anna, Zuzy. Kajian Valuasi Ekonomi Lanskap Masyarakat Adat Moi Kelim Di Kampung Malaumkarta – Papua Barat. Sorong, Papua Barat: Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), 2018.

Antarajambi. “Walhi Desak Usut Pencemaran Sungai Serik.” jambi.antaranews.com, 2011. https://jambi.antaranews.com/berita/270511/walhi-desak-usut-pencemaran-sungai-serik.

Awi, Sara Ida Magdalena. “Para-Para Adat Sebagai Lembaga Peradilan Adat Pada Masyarakat Hukum Adat Port Numbay Di Kota Jayapura.” Jurnal Magister Hukum Udayana 1, no. 2 (2012): 1–19.

Banafanu, Yuvensius Lasa. “Merawat Hutan Sebagai Sumber Kehidupan Suku Moi Papua.” antaranews.com, 2024. https://www.antaranews.com/berita/4145478/merawat-hutan-sebagai-sumber-kehidupan-suku-moi-papua.

Berly, Berly, Benedictus Raksaka Mahi, and Eugenia Mardanugraha. “Peran Intermediasi Bank Pembangunan Daerah (BPD) Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah.” Jurnal Akuntansi Dan Bisnis 22, no. 2 (August 31, 2022): 269–85. https://doi.org/10.20961/jab.v22i2.830.

Chakravorty, Sanjoy. The Price of Land: Acquisition, Conflict, Consequence. Oxford: Oxford University Press, 2013.

Croix, Sumner James La. “Land Tenure: An Introduction,” 2002. http://www.economics.hawaii.edu/research/workingpapers/WP_02-13.pdf.

Food and Agricultural Organization of the United Nation. Land Tenure and Rural Development (FAO Land Tenure Studies). Roma: FAO, 2002.

Gaol, Heru Saputra Lumban, and Rizky Novian Hartono. “Political Will Pemerintah Dan Pembaharuan Konsep Pengelolaan Hutan Adat Sebagai Upaya Penyelesaian Konflik Agraria.” BHUMI: Jurnal Agraria Dan Pertanahan 7, no. 1 (2021): 42–56.

Golap, Mulyadi, and Anisah maya djafar Umpain. “Eksistensi Lembaga Masyarakat Adat Mala Moi Dalam Pembagian Harta Warisan Tanah Adat Marga Osok Malaimsimsa Di Kota Sorong.” Justisi 4, no. 2 (August 8, 2019): 78–91. https://doi.org/10.33506/js.v4i2.533.

Hadikusuma, Hilman. Pengantar Ilmu Hukum Adat Indonesia. Bandung: CV. Mandar Maju, 1992.

Hajati, Sri, and G. A. Wulandari. “Pemberian Ganti Rugi Tanah Bekas Milik Adat Dalam Pembangunan Jalan Lingkar Timur Di Kabupaten Lumajang.” Universitas Airlangga, 2015.

Haryanto, Ririn V., Marthina Tjoa, and Husain Marasabessy. “Hak Tenurial Masyarakat Adat Dalam Pengelolaan Hutan.” MAKILA:Jurnal Penelitian Kehutanan 13, no. 2 (2019): 139–49. https://doi.org/https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/makila/article/view/2440.

Herman. “KPA Catat 207 Konflik Agraria Sepanjang 2021.” beritasatu.com, 2022. https://www.beritasatu.com/ekonomi/875603/kpa-catat-207-konflik-agraria-sepanjang-2021.

Hidayat, Muhammad Taufiq, and Eko Rial Nugroho. “Kedudukan Hak Milik Perorangan Atas Tanah Adat Suku Moi Di Kota Sorong Papua Barat.” In Prosiding Nasional Hukum Aktual Perkembangan Dan Isu Hukum Keperdataan-Bisnis Kontemporer I, 1945:113–24, 2023. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/47477.

Humaira, Yulianka. “Penyelesaian Sengketa Harta Warisan Melalui Peradilan Adat Gampong (Suatu Penelitian Di Kecamatan Syiah Kuala , Kota Banda Aceh).” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bidang Hukum Keperdataan 7, no. 4 (2023): 493–510.

Indonesia. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penetapan Hak Komunal Atas Tanah Masyarakat Hukum Adat dan Masyarakat yang Berada dalam Kawasan Tertentu (2016).

Ismi, Hayatul. “Pengakuan Dan Perlindungan Hukum Hak Masyarakat Adat Atas Tanah Ulayat Dalam Upaya Pembaharuan Hukum Nasional.” Jurnal Ilmu Hukum Riau 3, no. 1 (2012): 135–46.

Jerry Watumlawar, and Heru Saputra Lumban Gaol. “Redefinisi Frasa Kepentingan Umum Atas Pengelolaan Tanah Masyarakat Adat Berdasarkan Pendekatan Konsep Welfare State.” DiH: Jurnal Ilmu Hukum 19, no. 1 (2023): 39–52.

Junef, Muhar. “Penerapan Sanksi Adat Kepada Perusahaan Dan Pihak Lain Dalam Peradilan Adat.” Jurnal Widya Yustisia 1, no. 2 (2015): 64–78.

Larson, Anne M. Hak Tenurial Dan Akses Ke Hutan: Manual Pelatihan Untuk Penelitian: Bagian I. Panduan Untuk Sejumlah Persoalan Utama. Bogor, Indonesia: Center for International Forestry Research (CIFOR), 2013.

Leuwol, Natasya Virginia, Claudia D. Boekorsyom, Monalisa I. E. Rumbekwan, Marsya Tousalwa, Ariel S. Titirloloby, and Magdalena F. Manutmasa. “Potret Masyarakat Moi Di Tanah Papua (Tinjauan Sosial Budaya Terhadap Potret Masyarakat Moi Di Tanah Papua).” Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora Dan Seni 3, no. 1 (July 24, 2024): 675–78. https://doi.org/10.62379/jishs.v3i1.1930.

Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. “TAP MPR Nomor IX/MPR/2001 Tentang Pembaruan Agraria Dan Pengelolaan Sumber Daya Alam,” 2001.

Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010.

Pemerintah Kabupaten Sorong. Peraturan Daerah Kabupaten Sorong Nomor 10 Tahun 2017 tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Moi di Kabupaten Sorong (2017).

———. Peraturan Daerah Kabupaten Sorong Nomor 10 Tahun 2017 tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Moi di Kabupaten Sorong (2017).

Pemerintah Provinsi Papua Barat. Peraturan Daerah Provinsi Papua Barat Nomor 4 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Papua Barat Tahun 2013–2033 (2013).

Pemerintah Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kehutanan (2021).

———. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (1999).

———. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (1999).

———. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman (2009).

Pengadilan Negeri Sanggau. Putusan Pengadilan Negeri Sanggau Nomor 50/Pdt.G/2017/Pn.Son (2017).

Presiden Republik Indonesia. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 186 Tahun 2014 tentang Pengesahan Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (2014).

———. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2023 tentang Perencanaan Terpadu Pelayanan Publik (2023).

Pulungan, Muhammad Sofyan. “Menelaah Masa Lalu, Menata Masa Depan: Sejarah Hukum Tanah Ulayat Dan Model Penanganan Konflik Sosialnya.” Jurnal Hukum 6, no. 1 (2023): 235–67.

Purwanti, Nanik, and Situ Nurul Nikmatul Ula. “Konsepsi Perempuan Moi Tentang Kesejahteraan.” Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial 8, no. 1 (December 25, 2022): 170–79. https://doi.org/10.33506/jn.v8i1.2056.

Putusan MK RI. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35/PUU-X/2012 (2012).

Ramadhani, Rahmat. “Eksistensi Hak Komunal Masyarakat Hukum Adat Dalam Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Umum.” Jurnal Penelitian Hukum De Jure 19, no. 1 (2019): 97–108.

Riddell, J. C. “Land Tenure and Agroforestry: A Regional Overview.” In Land, Trees and Tenure: Proceedings of an International Workshop on Tenure Issues in Agroforestry, edited by John B. Raintree, 1–16. Nairobi and Madison: ICRAF and Land Tenure Center, 1987.

Riyanto. Pengaturan Hukum Adat Di Indonesia, Sebuah Tinjauan Terhadap Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1999 Tentang Kehutanan. Bogor, Indonesia: Lembaga Pengkajian Hukum Kehutanan dan Lingkungan, 2004.

S. Pinuji, and A.R. Demi. “Tanah Adat Dalam Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Umum: Dalam Konteks Internasional Dan Implementasi Di Level Nasional.” In Seminar Nasional Karakteristik Subjek, Objek, Permasalahan Dan Solusi Tanah Ulayat/Adat Dalam Pembangunan Pertanahan. Yogyakarta, 2019.

Saturi, Sapariah. “AMAN: 2013 Konflik Agraria Bakal Tinggi Di Wilayah Adat.” mongabay.co.id, 2013. https://mongabay.co.id/2013/03/17/aman-2013-konflik-agraria-bakal-tinggi-di-wilayah-adat/.

Sauls, Laura Aileen, Fernando Galeana, and Steven Lawry. “Indigenous and Customary Land Tenure Security: History, Trends, and Challenges in the Latin American Context.” In Land Tenure Security and Sustainable Development, 57–79. Cham: Springer International Publishing, 2022. https://doi.org/10.1007/978-3-030-81881-4_4.

Schlager, Edella, and Elinor Ostrom. “Property‑Rights Regimes and Natural Resources: A Conceptual Analysis.” Land Economics 68, no. 3 (1992): 249–262.

Setyowati, Retno Kus. “Pengakuan Negara Terhadap Masyarakat Hukum Adat.” Jurnal Binamulia Hukum 12, no. 1 (2023): 131–42. https://doi.org/10.37893/jbh.v12i1.601.

Soekanto, Soerjono, and Sri Mamudji. Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2001.

Sulistiani, Siska Lis. Hukum Adat Di Indonesia. Jakarta Timur: Sinar Grafika, 2020.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum (2012). https://peraturan.bpk.go.id/Details/38675/uu-no-2-tahun-2012.

Utomo, Stefanus Laksanto. Hukum Adat. Depok (Jakarta): Rajawali Pers, 2016.

Warman, Kurnia. “Kedudukan Hak Ulayat Dan Hak Komunal Dalam Hukum Agraria: Catatan Atas Permen ATR/BPN No 10 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Penetapan Hak Komunal Atas Tanah Masyarakat Hukum Adat Dan Masyarakat Dalam Kawasan Tertentu.” Padang, 2018.

Widjaja, Gunawan. “Status Hukum Bank Pembangunan Daerah.” Jurnal Hukum Dan Bisnis (Selisik) 2, no. 1 (2016): 29–39. https://journal.univpancasila.ac.id/index.php/selisik/article/view/637.

Wignjodipoero, Soerojo. Pengantar Dan Asas‑Asas Hukum Adat. Jakarta: Gunung Agung, 1982.

Wuli, Rofinus Neto. Manajemen Konflik Berbasis Budaya Dari Ngada Untuk Indonesia. Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2022.

Sripsi/Tesis/Disertasi

Croix, Sumner James La. “Land Tenure: An Introduction,” 2002. http://www.economics.hawaii.edu/research/workingpapers/WP_02-13.pdf.

Hajati, Sri, and G. A. Wulandari. “Pemberian Ganti Rugi Tanah Bekas Milik Adat Dalam Pembangunan Jalan Lingkar Timur Di Kabupaten Lumajang.” Universitas Airlangga, 2015.

Makalah/Laporan Hasil Penelitian

Affandi, Oding, and Alfonsus H. Harianja. Sistem Tenurial Dan Pengelolaan Lahan Secara Kolaboratif. Yokohama: International Tropical Timber Organization & Centre of Forest and Nature Conservation Research and Development, 2008.

Hidayat, Muhammad Taufiq, and Eko Rial Nugroho. “Kedudukan Hak Milik Perorangan Atas Tanah Adat Suku Moi Di Kota Sorong Papua Barat.” In Prosiding Nasional Hukum Aktual Perkembangan Dan Isu Hukum Keperdataan-Bisnis Kontemporer I, 1945:113–24, 2023. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/47477.

Larson, Anne M. Hak Tenurial Dan Akses Ke Hutan: Manual Pelatihan Untuk Penelitian: Bagian I. Panduan Untuk Sejumlah Persoalan Utama. Bogor, Indonesia: Center for International Forestry Research (CIFOR), 2013.

Riddell, J. C. “Land Tenure and Agroforestry: A Regional Overview.” In Land, Trees and Tenure: Proceedings of an International Workshop on Tenure Issues in Agroforestry, edited by John B. Raintree, 1–16. Nairobi and Madison: ICRAF and Land Tenure Center, 1987.

S. Pinuji, and A.R. Demi. “Tanah Adat Dalam Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Umum: Dalam Konteks Internasional Dan Implementasi Di Level Nasional.” In Seminar Nasional Karakteristik Subjek, Objek, Permasalahan Dan Solusi Tanah Ulayat/Adat Dalam Pembangunan Pertanahan. Yogyakarta, 2019.

Warman, Kurnia. “Kedudukan Hak Ulayat Dan Hak Komunal Dalam Hukum Agraria: Catatan Atas Permen ATR/BPN No 10 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Penetapan Hak Komunal Atas Tanah Masyarakat Hukum Adat Dan Masyarakat Dalam Kawasan Tertentu.” Padang, 2018.

Peraturan Perundang-Undangan

Indonesia. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penetapan Hak Komunal Atas Tanah Masyarakat Hukum Adat dan Masyarakat yang Berada dalam Kawasan Tertentu (2016).

Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. “TAP MPR Nomor IX/MPR/2001 Tentang Pembaruan Agraria Dan Pengelolaan Sumber Daya Alam,” 2001.

Pemerintah Kabupaten Sorong. Peraturan Daerah Kabupaten Sorong Nomor 10 Tahun 2017 tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Moi di Kabupaten Sorong (2017).

———. Peraturan Daerah Kabupaten Sorong Nomor 10 Tahun 2017 tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Moi di Kabupaten Sorong (2017).

Pemerintah Provinsi Papua Barat. Peraturan Daerah Provinsi Papua Barat Nomor 4 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Papua Barat Tahun 2013–2033 (2013).

Pemerintah Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kehutanan (2021).

———. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (1999).

———. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (1999).

———. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman (2009).

Pengadilan Negeri Sanggau. Putusan Pengadilan Negeri Sanggau Nomor 50/Pdt.G/2017/Pn.Son (2017).

Presiden Republik Indonesia. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 186 Tahun 2014 tentang Pengesahan Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (2014).

———. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2023 tentang Perencanaan Terpadu Pelayanan Publik (2023).

Putusan MK RI. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35/PUU-X/2012 (2012).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum (2012). https://peraturan.bpk.go.id/Details/38675/uu-no-2-tahun-2012.

Artikel Online

Anna, Zuzy. Kajian Valuasi Ekonomi Lanskap Masyarakat Adat Moi Kelim Di Kampung Malaumkarta – Papua Barat. Sorong, Papua Barat: Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), 2018. Diakses pada 15 Mei 2025.

Antarajambi. “Walhi Desak Usut Pencemaran Sungai Serik.” jambi.antaranews.com, 2011. https://jambi.antaranews.com/berita/270511/walhi-desak-usut-pencemaran-sungai-serik. Diakses pada 13 Maret 2025.

Banafanu, Yuvensius Lasa. “Merawat Hutan Sebagai Sumber Kehidupan Suku Moi Papua.” antaranews.com, 2024. https://www.antaranews.com/berita/4145478/merawat-hutan-sebagai-sumber-kehidupan-suku-moi-papua. Diakses pada 1 Mei 2025.

Herman. “KPA Catat 207 Konflik Agraria Sepanjang 2021.” beritasatu.com, 2022. https://www.beritasatu.com/ekonomi/875603/kpa-catat-207-konflik-agraria-sepanjang-2021. Diakses pada 15 Mei 2025.

Saturi, Sapariah. “AMAN: 2013 Konflik Agraria Bakal Tinggi Di Wilayah Adat.” mongabay.co.id, 2013. https://mongabay.co.id/2013/03/17/aman-2013-konflik-agraria-bakal-tinggi-di-wilayah-adat/. Diakses pada 15 Mei 2025.

Downloads

Published

2026-01-28

How to Cite

Susanto, M. C. F., & Lumban Gaol, H. S. (2026). Meninjau Kembali Penyelesaian Sengketa Tanah Ulayat Berlandaskan Asas Musyawarah Mufakat: Studi Putusan Nomor 50/Pdt.G/2017/Pn.Son. SAPIENTIA ET VIRTUS, 10(1), 559–581. Retrieved from https://jurnal.ukdc.ac.id/index.php/SEV/article/view/796

Issue

Section

Articles