Efisiensi Proses Produksi Melalui Desain Tata Letak Mesin Menggunakan Metode From To Chart

  • Ignatius Adhitjahjo L. Marsudi Akademi Teknik PIKA Semarang
  • Meiadi Edi Wibowo Akademi Teknik PIKA Semarang
  • Yakobus Desiano Akademi Teknik PIKA Semarang
Keywords: metode from to chart, bobot perpindahan, tata letak

Abstract

Salah satu faktor yang menentukan produktivitas pabrik adalah tata letak mesin. Kelelahan yang berlebihan, proses yang  tidak teratur, waktu proses yang lebih lama dapat disebabkan oleh tata letak mesin yang kurang tepat. Strategi perancangan ulang terhadap tata letak merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan efisiensi kinerja pabrik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi di pabrik furnitur, yaitu CV. Mebel Internasional Semarang.  Produksi komponen-komponen furniture, berupa panel,  di CV. Mebel Internasional Semarang dilaksanakan oleh bagian atau Divisi Peneling. Pada  divisi ini terdapat satu unit mesin CNC,  dua unit mesin table saw, satu unit mesin hot press, satu unit mesin wide belt sander dan satu unit mesin spindle moulder.  Peletakan mesin-mesin produksi di divisi ini disusun atas dasar pengalaman, pada waktu proses produksi yang sesungguhnya belum terjadi. Peletakan mesin-mesin dengan cara ini, dimana belum memungkinkan adanya data terkait dengan karakter dan jumlah perlintasan komponen. Tidak adanya data terkait jumlah dan perlintasan komponen, menyebabkan belum memungkinkan untuk dilakukan penghitungan untuk memperoleh tata letak yang memberikan fungsi produksi yang optimal. Penelitian ini merupakan penelitian perancangan ulang tata letak mesin-mesin dalam rangka menemukan tata letak yang lebih efisien. Peningkatan efisiensi dilakukan melalui perbandingan bobot perpindahan komponen furnitur yang diproses dari satu mesin ke mesin pada proses berikutnya. Metode yang digunakan adalah From To Chart untuk mengetahui Bobot Perpindahan. Percobaan perancangan tata letak dilakukan melalui 3 tahap perancangan tata letak mesin. Bobot perpindahan tata letak awal sebesar 488,3. Rancangan tata letak alternatif-1 menghasilkan bobot perpindahan 331,24. Rancangan tata letak alternati-2 menghasilkan bobot perpindahan paling kecil, yaitu 239,96. Rancangan tata letak alternatif-3 menghasilkan bobot perpindahan 247,68.

References

Anwar & Bakhtiar. (2015). Usulan Tata Letak Pabrik Dengan Menggunakan Systematic Layout Planning di CV. Arasco Bireuen. Malikussaleh Industrial Engineering, 4 (2), 4-10.

Iskandar, N. & Fahin, I. (-). Perancangan Tata Letak Fasilitas Ulang (Relayout) Untuk Produksi Truk Di Gedung Commercial Vehicle (CV) Mercedes Benz Indonesia. Pasti, XI (1), 66-75.

Pratiwi, I. & Muslimah, E. (2012). Perancangan Tata Letak Fasilitas di Industri Tahu Menggunakan Blocplan. Jurnal Ilmiah Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Surakarta, 11 (2), 102-112.

Purnomo, H. (2004). Pengantar Teknik Industri. Graha Ilmu,Yogyakarta.

Sofyan, D & Syarifuddin. (2015). Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Dengan Menggunakan Metode Konvensional Berbasis 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu Dan Shitsuke). Teknovasi, 2, 27 – 41.

Render, B. & Heizer, J. (2001). Prinsip-Prinsip Manajemen Operasi. Salemba Empat, Jakarta.

Wignjosoebroto, S. (2009). Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. Guna Widya, Surabaya.

Published
2022-03-11