Penerapan Prinsip Desain Friedrich Silaban Pada Bangunan Masjid Istiqlal

Authors

  • Gabriella Stephanie Grimaldi Universitas Widya Kartika
  • Josephine Roosandriantini Universitas Katolik Darma Cendika

DOI:

https://doi.org/10.37477/lkr.v5i1.905

Keywords:

Masjid Istiqlal, Friedrich Silaban, Prinsip Desain, Modern Tropis

Abstract

Masjid Istiqlal merupakan mahakarya Friedrich Silaban, seorang arsitek Indonesia yang berhasil menciptakan bangunan ikonik dengan prinsip desain yang melampaui zamannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip-prinsip desain khas Friedrich Silaban pada bangunan Masjid Istiqlal, yang meliputi aspek proporsi geometris, responsivitas terhadap iklim tropis, serta sintesis antara nilai modernitas, nasionalisme, dan spiritualitas. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui observasi elemen arsitektural dan telaah dokumen historis bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Silaban menerapkan prinsip proporsi geometris yang sarat makna simbolis, terbukti pada diameter kubah 45 meter (melambangkan tahun 1945), tinggi menara 6.666 cm (merepresentasikan jumlah ayat Al-Qur'an), serta 12 tiang penyangga dan 5 lantai bangunan yang bermakna filosofis. Pada aspek tropis, Silaban mendesain plafon tinggi, koridor lebar, dan bukaan besar yang memungkinkan sirkulasi udara alami, menciptakan kenyamanan termal tanpa pendingin buatan. Sementara itu, sintesis modernitas, nasionalisme, dan spiritualitas terwujud melalui penggunaan bahasa arsitektur modern yang sederhana namun monumental, pemilihan nama dan simbol-simbol kebangsaan, serta integrasi nilai-nilai Islam secara fungsional dan simbolis. Ketiga prinsip tersebut saling terkait dan memperkuat, menjadikan Masjid Istiqlal sebagai karya arsitektur yang holistik dan visioner. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya khazanah arsitektur Nusantara dan menjadi landasan bagi perancangan masjid kontemporer yang berakar pada nilai-nilai lokal dan kearifan iklim tropis Indonesia.

Author Biographies

Gabriella Stephanie Grimaldi, Universitas Widya Kartika

Fakultas Teknik,
Program Studi Arsitektur

Josephine Roosandriantini, Universitas Katolik Darma Cendika

Fakultas Teknik,
Program Studi Arsitektur

References

Anggarini, P. (2008). Pengkomunikasian Makna Masjid Istiqlal Jakarta Karya Arsitektur F.Silaban Sebagai Perwujudan Gagasan Kebangsaan. Bandung: Universitas Katolik Parahyangan.

Borotan, N., & Khairi, M. (2025). Analisis arsitektur modern pada rumah Friedrich Silaban di Bogor. JPNM (Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin), 3(2), https://journalpustaka.com/index.php/jpnm/article/view/486/237, 4-8.

Budihardjo, Eko, Menuju Arsitektur Indonesia 1993, 145

Dahniar. (2022). Emper Terbuka pada Desain Rumah Toko Keluarga Ho A Heng Karya Friedrich Silaban. Nature: National Academic Journal of Architecture, 255-265.

Fakhri, R. M., & Anisa. (2024). Kajian Konsep Arsitektur Kubisme pada Bangunan Ibadah: Masjid Istiqlal Jakarta. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/purwarupa/article/view/18153, 47- 50

Hanif, U., & Kurniawan, K. (2024). Contextuality in architecture of Frederich Silaban in BNI 46 Building in Jakarta. AIP Conference Proceedings.

Hutomo, A. J. (2023). Dominasi Prinsip Arsitektur Modern pada Bangunan Masjid Istiqlal di Jakarta. Bandung: Universitas Katolik Parahyangan.

Hasbi, R. M., & Nimpuno, W. B. (2018). Pengaruh Arsitektur Modern Pada Desain Masjid Istiqlal. Vitruvian: Jurnal Arsitektur, Bangunan, dan Lingkungan, 8(2). https://media.neliti.com/media/publications/289933-pengaruh-arsitektur-modern-pada-desain- m-4c120757.pdf, 92-96

Kusuma, A. (2022). Penerapan Konsep Bangunan Gedung Hijau - Studi Kasus: Bangunan Gedung Masjid Istiqlal, Jakarta. Jurnal Ismetek, 13(2), https://ismetek.itbu.ac.id/index.php/jurnal/article/view/73 ,3

Larasati, R. (2026). Langgam Arsitektur Modern SMP Regina Pacis Bogor karya Friedrich Silaban ditinjau dari teori Bruno Zevi. Bandung: Universitas Katolik Parahyangan.

M, F., & Alamsyah, R. (2023). Pengaruh Gaya Arsitektur Modern pada Bangunan Masjid Istiqal. JIDAR: Jurnal Ilmiah Urban Desain dan Arsitektur, 32-37.

Nugraha, A. R., & Asry, D. M. (2024). Pandangan Politik Soekarno Dalam Membangun Masjid Istiqlal. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, https://journal.istiqlal.or.id/index.php/ijmis/article/view/3/2, 79-90

Pujianto, Herera, B. M., Mustika, L., & Lukman, M. (2025). Gaya Arsitektur Masjid Istiqlal Sebagai Simbol Modernitas Dan Identitas Nasional. Jurnal Trave, 29(2) http://repository.istn.ac.id/13965/1/Trave.pdf ,71-72

Ramadhani, S. M., & Rumaisya. (2025). Menggali Pemikiran Friedrich Silaban: Arsitektur, Spiritualitas, dan Ketahanan di Tengah Krisis Melalui Pendekatan Teori Pierre Bourdieu "Habitus". Abstrak: Jurnal Kajian Ilmu Seni, Media dan Desain, 2(4). https://doi.org/10.62383/abstrak.v2i4.669, 7

Ridfinanda, D. S., & Puspitasari, C. (2024). Application of Green and Environmentally Friendly Architecture in the Cultural Heritage Building of the Istiqlal Mosque, Jakarta. Lakar: Jurnal Arsitektur, 7(2), https://www.journal.lppmunindra.ac.id/index.php/lakar/article/view/24216, 256

Sopandi, S., & Armand, A. (2017). Friedrich Silaban. PT Gramedia Pustaka Utama, 212-228

Downloads

Published

2026-03-28